Perangkat Desa Berprestasi Akan Diberi "Hadiah"



Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi akan memberi 'hadiah' kepada mereka. Para kepala desa, perangkat desa, dan pengurus BUMDes nantinya bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Syaratnya, mereka harus berprestasi.

"Saya menggagas bagaimana Kepala Desa, Perangkat Desa kemudian Pendamping Desa berprestasi dikasih afirmasi oleh perguruan tinggi," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Halim Iskandar usai acara penandatangan kerja sama antara Kemendes PDTT, Kemendikbud dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (10/2/2021)..

Dengan kerja sama ini, kepala desa, perangkat desa, pendamping desa, dan pengurus BUMDes berpeluang untuk mendapat gelar sarjana di perguruan tinggi. Kepala Desa dan Pendamping Desa yang memenuhi syarat dapat mendaftar untuk mengikuti program kuliah Rekognisi Pembelajaran Lampau atau Recognition of Prior Learning (RPL) di perguruan tinggi yang diinginkan.

Adapun kuliah program RPL yang dimaksud adalah penyetaraan akademik atas pengalaman kerja atau pelatihan bersertifikasi untuk memperoleh kualifikasi pendidikan tinggi di berbagai Program Studi. Dengan kata lain, pengalaman kerja Kepala Desa, Perangkat Desa, pengurus BUMDes, dan Pendamping Desa akan dikonversi dengan materi kuliah di kampus.

Ketua Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides), Panut Mulyono yang juga Rektor UGM menjelaskan, saat ini perguruan tinggi telah memiliki kurikulum ekuivalensi. Kurikulum ekuivalensi adalah program studi tertentu di perguruan tinggi yang dilakukan dengan penelitian dengan kuliah di kelas. 

Namun khusus Kepala Desa, Perangkat Desa, Pendamping Desa, dan Pengurus BUMDes yang berprestasi, kata Panut, tidak perlu dilakukan dalam kelas, melainkan cukup melampirkan portofolio pengalaman pengabdiannya di desa sebagai penggantinya.

"Sehingga untuk studi tertentu di lapangan sudah mencapai berapa SKS, kemudian yang harus diikuti di kampus misalnya berapa SKS," kata dia. Pemenuhan SKS atau mata kuliah juga dapat dilakukan di kampus lain atau yang terdekat meskipun proses pemberian gelar sarjana di kampus tertentu. "Misalnya SKS di kampus A tapi gelarnya bisa didapatkan di kampus UGM," ujar Panut.

"Bagi perangkat desa yang menginginkan pendidikan untuk pencapaian derajat kesarjanaan D1, D2, D3, D4, S1, kita juga akan memfasilitasi dengan pembelajaran rekognisi pembelajaran lampau," tutup Panut.

Terkait dengan anggaran sekolah sarjana, pemerintah masih terus merumuskan, namun bisa juga memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari swasta.

"Nanti saya carikan dana dari CSR atau apa beasiswa untuk kuliah, kalau untuk kepala desa nanti Pak Mendagri yang memikirkan bagaimana kepala desa juga mendapatkan support, yang betul-betul berprestasi dikasih beasiswa oleh Pak Mendagri," sambung Halim Iskandar.

Artikel Yang Mungkin Anda Sukai :
Cari
Tentang Desanesia

Desanesia adalah suatu platform berbasis website yang menyediakan pembuatan web desa secara gratis yang berlaku untuk seluruh desa di negara Indonesia.

"Urus surat kini bisa online melalui web maupun aplikasi Desanesia yang dapat di unduh di playstore"

Bergabunglah untuk menjadi bagian dari Desa Digital!